Anak saya = Alumni Homeschooler & Sekolah YPI Amir Hamzah Medan.

Nama :

  1. Hotmanarietiayon Zanibar Pelly
  2. Rinie Indira Nauly

Bidang Minat/Hobi dan kegiatan :

  1. Informasi dan Teknologi, terutama programing dan web design
  2. Menulis pusis, cerpen, membawakan acara, bermain musik dan seni vokal.

Lama Home Schooling :

4 tahun

Alasan Home Schooling :

  1. sosialisasi yang lebih positif dan pengembangan diri sesuai potensi dan minat
  2. sekolah tidak nyaman (teman-teman tidak bersahabat, guru-gurunya galak, tidak memperlakukan murid dengan baik), pelajaran terlalu banyak ditambah lagi kewajiban mengikuti ekstra kurikuler. Sementara home schooling lebih nyaman, lebih bisa mengembangkan minat sendiri.

Riwayat sekolah :

Ketika adik Arie (Rinie) di kelas 4 SD, ada permasalahan serius antara  Rinie dan sekolah formal. Rinie sering kali mengalami ejekan dari guru sekolah (dikatakan bodoh dan tidak bisa meangkap pelajaran), pada saat itu Rinie dalam masa adaptasi pindah ke Jakarta dari Medan. Di sekolah sebelumnya (Medan), Rinie termasuk siswa berprestasi (10 besar di kelas). Ejekan guru, yang juga diungkapkan di depan teman-temannya, membawa teman-teman juga punya pandangan negatif mengenai Rinie. Kondisi ini, membuat Rinie mulai membentuk ketakutan akan sekolah, guru dan pelajaran. Ia sering kali sakit perut, atau badan panas dingin ketika hendak sekolah. Persoalan ini pernah dicobakan penyelesaiannya bersama guru dan pihak sekolah, sayang sekali tidak membawa hasil yang diharapkan, Rinie terlanjur phobia dengan guru, teman dan sekolahnya. Orang tua kemudian mencari alternatif, dengan mengeluarkan Rinie dari sekolah, dan Rinie mulai menjalani terapi dengan ibu yang psikolog, sambil mencari bentuk sekolah alternatif yang lebih sesuai untuk Rinie. Pada masa pemulihan Rinie dari phobianya akan guru, sekolah dan pelajaran, keluarga menemukan homeschooling. Melalui diskusi intensif dengan teman-teman KerLiP (Keluarga Peduli Pendidikan), diputuskan keluarga ikut bergabung dengan komunitas KerLiP.

Di saat mengeluarkan Rinie dari sekolah, Arie ditanya oleh orang tua, apakah ia ingin tetap di sekolah formal atau bergabung dengan Rinie di sekolah rumah. Setelah mempertimbangkan banyak hal dan perasaannya yang ternyata kurang positif dengan sekolah dan guru-guru (ada guru yang merokok di halaman sekolah, ada guru yang menendang muridnya) Arie memutuskan ikut bersama Rinie bersekolah di rumah. Setelah menjalani pendidikan homeschooling tunggal selama sekitar 6 bulan, Arie dan Rinie mulai bergabung dengan sekolah binaan KerLiP, yang jauh lebih fleksibel, sehingga program sekolah rumah tetap berjalan. Arie menamatkan SD nya di sekolah tersebut. Keluarga kemudian pindah, sehingga sulit untuk bisa hadir di sekolah bahkan seminggu sekali sesuai kesepakatan, Arie dan Rinie mulai melihat kemungkinan untuk kembali bersekolah formal. Melihat kondisi psikologis Rinie yang sudah pulih, ia telah menemukan lagi kepercayaan dirinya akan pelajaran dan memulihkan trauma-trauma yang pernah dihadapinya, orang tua mengizinkan dan mencari sekolah formal untuk mereka, waktu itu  Rinie mulai kelas 6 SD dan Arie mulai kelas 1 SMP. Satu semester berjalan, bila di lihat dari nilai akademis, mereka masih bisa mengikuti. Namun setelah dievaluasi, tingkat kenyamanan belajar mereka ternyata rendah. Rinie merasa terlalu banyak beban pelajaran, ia tidak punya waktu mengembangkan kemampuannya dalam menulis dan mulai merasa tidak bersemangat dengan pelajaran. Rinie menjadi sering sakit, kita berdialog sekeluarga. Mengingat ini adalah pilihan Rinie, kami mengajak Rinie untuk bisa bersabar hingga ia lulus dari SD. Mengenai Arie, ia punya alasan yang perlu perhatian khusus, di sekolahnya, teman-teman mulai mengancamnya untuk ikutan merokok dan telah mulai ada tawuran antar sekolah yang melibatkan sekolahnya. Kondisi ini menurut keluarga tidak bisa ditawar lagi, maka Arie pun keluar dari sekolah dan melanjutkan sekolah rumah. Kali ini legalitas sekolah rumah telah ada dan ibu kemudian berperan aktif untuk ikut membentuk komunitas sekolah rumah Indie Academy bersama Mirza Dewi Yanti (Ica) dan keluarga (Geodi Naim & Muhammad Azzam Khalilullah). Setelah Rinie berhasil menamatkan SD nya, ia pun ikut bergabung dengan Arie bersekolah rumah hingga kini mereka sudah berstatus sebagai Mahasiswa di Universitas No. 1 Di Sumatera Utara setelah sebelumnya menyelesaikan sekolah formal di Sekolah Para Juara, YPI Amir Hamzah karena saat itu tamatan homeschooling masih susah jika ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, dan saya sangat bersyukur meraka merasa lega karena sekolah itu sangat mendukung mereka.

Advertisements

What do you say..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s